The Papandayan Jazz Festival

29 - 30 Oct 2022

The Address of Jazz in Bandung

The Address of Jazz in Bandung

DERETAN MUSISI TANAH AIR HIBUR PENONTON THE PAPANDAYAN JAZZ FEST 20/21

Posted on: 13th December 2021

Bandung, 12 Desember 2021 – The Papandayan Jazz Fest (TPJF), salah satu program musik jazz ikonik Indonesia yang selalu digelar rutin di The Papandayan Bandung, kembali menghibur tahun ini secara virtual. Festival virtual yang berlangsung sejak kemarin (11/12/21) hingga malam ini menyajikan pertunjukan apik musisi-musisi tanah air.

Hari pertama festival dimulai dengan gelaran Grand Final International Online Jazz Competition yang dihadiri langsung oleh para dewan juri di Grand Studio Metro dan menghadirkan para finalis melalui platform video conference. Setelah pengumuman pemenang kompetisi, penampilan para musisi pun dimulai dengan penampilan pertama oleh Slank.

Slank membawakan tiga lagu dari Album terbarunya yakni Vaksin, Album Vaksin ini bertema besar tentang cinta, lingkungan hidup, sosial dan pergerakan anak muda. Kaka dan kawan-kawan berhasil menghinoptis penonton dirumah dengan membawakan lagu “Terbunuh sepi, Symphaty dan Moody’s Mood” berkolaborasi dengan Kafin Sulthan, pianis dan penyanyi muda berusia 17 tahun yang menyabet penghargaan AMI Awards 2016 untuk kategori Best Children Male Solo Artist.

Hari pertama ditutup oleh Raisa membawakan 8 lagu dengan aransemen yang dibuat khusus untuk The Papandayan Jazz Fest 2021. Lagu pertama yang dibawakannya berjudul “Kutukan” yang menceritakan tentang pengalaman hubungan asmara dari cinta pertamanya Raisa. Selanjutnya, Raisa sukses membawakan Enam lagu yang bikin “galau” penonton dirumah seperti “Love & Let Go, Kali Kedua, Love You Longer” kemudian ditutup cantik dengan Lagu berjudul “Could it be”

Raisa

Pada hari kedua, penampilan dimulai dari panggung TP Stage di Hotel The Papandayan oleh Nissan Fortz dan New Blood, band asal Bandung. Kemudian dilanjut dengan penampilan dari Fariz RM dan Ardhito Pramono.

Nissan Fortz

Penampilan Fariz RM sarat akan nostalgia tahun 80-90an dengan membawakan lagu-lagu terbaiknya seperti Nada Kasih, Sakura, Barcelona, dan 6 lagu lainnya yang beberapa diantaranya ditulis olehnya dan kemudian dinyanyikan oleh penyanyi lawas seperti Vina Panduwinata dan Andi Meriem Matalatta.

Fariz RM

Hari kedua dan juga hari terakhir pagelaran The Papandayan Jazz Fest ditutup oleh Ardhito Pramono. Bergenre swing, jazz tahun 40-an dan bossanova, Ardhito sukses menutup TPJF dengan lagu-lagu hitsnya seperti Say Hello,” “Fine Today,” “925,” “I Just Couldn’t Save You Tonight,” “Sudah,” “Plaza Avenue,” “Cigarete,” “Bitter Love,” dan “Super Star.”

Ardhito Pramono

Sekilas mengenai TP Jazz
TP Jazz adalah program musik jazz yang didirikan oleh The Papandayan dan TP Jazz Manajemen, Program pertama TP Jazz adalah TP JAZZ WEEKEND yang diadakan setiap Jumat dan Minggu di 8:00-23:00 di Mirten Lounge, The Papandayan Hotel Bandung.

Penampilan pertama diluncurkan pada tahun 2013 di The mirten Lounge. Setelah beberapa tahun menjalankan program, TP Jazz Weekend menjadi acara mingguan dan salah satu program hit di The Papandayan, pada tanggal 31 Oktober 2015, Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil mengukuhkanbahwa The Papandayan Hotel merupakan “The Address of Jazz” di Bandung.

Memenuhi permintaan yang semakin meningkat dan kepentingan dari musisi dan pecinta jazz, The Papandayan, Manajemen TP Jazz dan mitra media berkolaborasi dalam melakukan festival jazz pertama yaitu, TP Jazz Bandung Festival (TPJBF) pada bulan Oktober 2015. Di tahun ke 4 TP Jazz Bandung Festival berganti nama menjadi The Papandayan Jazz Fest dan dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.

READ OTHER ARTICLE